Hal yang Gue BENCI dari JPOP/Musik jepang

Gue salah satu penikmat jpop dari dulu hingga sekarang.
Banyak perubahan yang telah terjadi pada jpop. Baik dari musiknya, artistnya, fashionnya, bahkan selera musik dari fansnya sendiri.

Tapi bukan berarti karena gue suka jpop, lantas gue memperlakukan jpop sebagai musik terbaik.

enggak

Seperti aliran dan industri musik lainnya pasti ada kekurangan disana sini.
Dan inilah hal-hal yang tidak gue sukai dari industri musik jpop.

1. dari segi idol-idolan, membernya terlalu muda.

seperti yang kita tau, beberapa grup idol memperkenalkan membernya diusia yang muda.

gue akan ambil contoh grup idol fav gue HELLO!PRO. Morning Musume.

awalnya Morning Musume hanya mendebutkan member usia 15 tahun keatas. tapi seiring berjalannya waktu usianya member yang debut semakin muda.

2003 :
13 tahun tanaka reina
2005 :
12 tahun kusumi koharu
awal tahun 2011 :
12 tahun sayashi riho
akhir tahun 2011 :
11 tahun kudo haruka (rekor).

kudo 11 tahun
kudo 18 tahun

Semoga kagak ada yang pecahkan rekor si kudo.

Ngapain coba membernya makin cilik -_-

Grup lainnya juga begitu, 48/46, momoclo, sakura gakuin, dll.

2. suara imut/moe/cempreng dan sejenisnya. 

untuk beberapa lagu suara seperti ini memang sangat cocok, tapi bila lagu itu bersifat agak dewasa, menjadi cukup mengganggu di telinga gue.

Kyary pamyu menurut gue cocok untuk tipikal begini. Karna konsep dia dariawal adalah Harajuku-kawaii (mungkin).

kyary pamyu 

tapi ada beberapa musisi gak sesuai antara konsep dan suara bernyanyinya, tapi bukan berarti jelek. Gue cuma kurang suka.

Apalagi kalo yang nyanyi cowok suaranya tipikal begini. Udah nyerah gue untuk dengerin lagunya.

3. eksploitasi cewek.

di dunia idol jepang ini sering terjadi. Gravure, konser dengan pakaian hmm hmm, MV bikini.
Gue tau semua itu sudah diperbincangkan sebelumnya dengan manajemen/agensi dan telah mendapat persetujuan dr si idol sendiri.

tapi tetep aja melihat member-member dari grup fav gue rilis photobook Gravure, membuat gue sedikit

miris :'(.



4. pretty/cute/feminim/flower boy

:v pastilah gue eneg sama konsep ini. Awalnya grup cowok yang gue tau Arashi, tapi penampilan mereka tidak mebuat gue terganggu.
Lalu
datanglah HSJ, Membernya masih cilik-cilik.
wt*
"Jumping to my dream~~~~~"
sialnya lagu ini stuck di kepala gue selama bertahun-tahun.
Terkutuklah kau HeysayJump! :'V
dan Pretty boy lainnya.


tapi setidaknya konsep cute/imut/flower mereka masih dilevel normal, jangan sampe kayak korea kelewat normal #opini.
contoh :
gue gak peduli dia jago dance, nyanyi, punya abs, atau apapun itu. 
darimana kalian bisa melihat ni orang sebagai laki-laki?!  :'v. 

5. Strategi pemasaran yang "gila"

Jika ingin mencari musik berkwalitas jepang, janganlah kalian melihat chart akhir tahun oricon. Karena yang kalian temukan di 10 besar adalah 48/46 Grup.
Pasti si otaku cerdas yaitu AkiP adalah orang terkaya di Jepang :v.

bapaknya para otaku diseluruh dunia :) 

Gegara strategi handshake dan voting banyak musisi berkwalitas tertutup di industri musik jepang.

Pada akhirnya strategi seperti ini banyak diterapkan oleh musisi/grup lainnya, baik di jepang maupun di korea.

Tapi tetap saja kekuatan otaku 48/46Army tak terbendung.

*****

Itulah beberapa hal yang kurang gue suka di industri musik jepang. 

Padahal musik jepang itu sangat kreatif dan kaya akan ide. 

Namun beberapa cacatan membuat nama musik jepang sedikit tercoreng. 

kembali ketahun 80 dan 90an. Musik jepang benar-benar murni sebuah musik bukan hanya sekedar bisnis. 


Semoga kagak ada yang sakit hati membaca semua tulisan gue diatas

:v wkwkwkw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nostalgia game PS 1

RIRI ARAI, akankah membuat JPOP berjaya lagi??

Ogata Haruna akan "Lulus" dari Morning Musume