Pengalaman Horor Pertama Gue
kejadian ini gue alami pada bulan Februari lalu.
Sebelumnya gue gak pernah mengalami kejadian horor dan berharap tidak pernah mengalami (lagi).
gue akan menceritakan pengalaman seram dari awal hingga akhir. hehehe
G = Gue
M = Mamat (teman gue)
D = Doni (teman gue)
Pada siang itu gue dan mat berkunjung ke rumah Doni, kami bercerita hal yang menyenangkan mengingat kami telah berteman sejak SMP. Kami tertawa bersama hingga lupa waktu.
Malam semakin larut sekitar jam 10 gue dan mat memutuskan untuk pulang
Tiba-tiba hujan turun, kami mengurungkan niat untuk pulang. Kami akan menunggu hujan reda. Sayangnya hingga jam 12 malam hujan tidak juga reda malah semakin deras.
Akhirnya kamipun memilih menghinap di rumah doni, tapi pada saat itu kami belum mau tidur.
Kami masih bercerita di ruang tamu rumah Doni.
tiba-tiba
D : kalian mau dengar cerita seram?
G : mau
M : ......
Saat Doni bertanya gue antusias menjawab karena gue penasaran seperti apa ceritanya.
Dan Mat.... dia dari dulu tidak suka cerita seram jadi dia memilih untuk diam dan bermain hape.
D : bulan lalu (januari) teman bapak gue nginap disini. Dia mau nginap 5 hari. Tapi tidurnya di ruang tamu ini (sambil nunjuk sofa tempat kami duduk)
G : 5 hari? dia bukan orang Pekanbaru?
D : bukan dia orang balikpapan, dia datang ke PKU karna ada urusan dan dia cuma mau ambil berkas-berkas untuk kerja. Katanya cukup tanggung dan mahal bila menginap dihotel/penginapan.
G : hm ok gue paham, trus?
D : sebenarnya sebelum nginap kami sekeluarga udah kasi tau dia. "yakin mau nginap disini?, karena disini tu ada *****".
G : beneran???
D : gue dan keluarga gue udah biasa dgn hal begitu. Lalu bapak itu menginap dan tidur disini (menunjuk sofa tempat kami duduk).
G : (gue mulai memasang muka fokus)
D : 3 hari kemudian bapak itu mengatakan kalo dia udah gak kuat nginap disini.
G : kenapa?
D : bapak itu bilang selama 3 hari dia di ganggu terus. katanya kaca jendela diket...
M : udahlah.. iya seram gak perlu di lanjutin.
G : btw aman nih? kan kami mau nginap dirumah lu.
D : aman... bawa tenang aja, kalian kan tidur dikamar gue, bukan ruang tamu.
G & M : ya oklah
Gue dan Mat gak begitu memikirkan cerita si Doni. Karena bila kami terlalu memikirkannya maka akan muncul pikiran negatif.
Kami 3 sudah berada di alas tidur (kami bertiga tidur dilantai karena kasur si doni kecil)
Kami bercerita tentang musik lalu kami tertidur pulas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tiba tiba gue mendengar suara pintu di ketuk dengan keras. Gue pun terbangun mendengar itu.
tapi gue mencoba untuk tidur kembali.
untuk kedua kalinya gue mendengar pintu kamar kami di ketuk dengan keras berkali kali.
dan setelah itu gue gak bisa tidur (tapi mata gue tertutup pura-pura tidur)
ketukan pintu itu terus berulang sampe gue gak tau berapa kali pintu diketuk dengan keras.
"bruk!"
"bruk!"
"bruk!"
Lalu gue mendengar suara si Mat lagi ngobrol. Saat gue lihat rupanya dia sedang telponan dengan temannya yang berada di luar negeri.
G : Mat lu belum tidur?
M : gue terbangun.
G : gegara apa?
M : ada ketuk pintu (menunjuk pintu yang tepat berada di sampingnya)
G : gue juga dengar...
M : daripada takut, gue telponan aja.
G : kira-kira siapa yang gedor pintu sekeras itu?
M : gak tau, sekarang pun jam 2 pagi. siapa pula malam-malam bangun trus gedor pintu.
saat kami ngobrol tiba-tiba mendengar suara pintu di banting (sepertinya di arah dapur)
G : Ya Tuhan apaan tu?????
M : pintu mana tu? dapur?
Rasa takut kami pun timbul (wajar aja ya namanya juga manusia wkwkwkwk)
disaat kami mulai berpikir yang aneh-aneh, gue melihat Doni masih asik tidur mulut terbuka dan tangan masuk kebaju.
G : nih anak kuat banget tidurnya.
M : pintu digedor sekeras itu dia gak bangun.
sekali lagi saat kami sedang ngobrol tiba-tiba gue mendengar suara ibu-ibu dan anak perempuan lagi ngobrol di luar jendela.
gue mencoba berpikir positif
. mungkin tentangga si doni lagi bergadang atau terbangun juga" :)
Sialnya pikiran positif gue kalah dengan pikiran logis gue..
. kamfret... gue lupa doni gak punya tetangga. Rumah sebelah kanannya baru di bangun dan rumah sebelah kirinya kosong karena orangnya udah pindah rumah.
:'V
buyar...
selanjutnya ada suara seseorang seperti berlari di lantai atas rumah doni.
"duk! duk! duk! duk! duk!"
rumah doni gak ada lantai atas...!
kacau pemikiran kami semakin kacau.
Dan akhirnya si Doni terbangun dengan iler di mulut.
D : gak tidur kalian wei? (sambil kucek-kucek mata)
kami pun menceritakan segala kejadian tadi kepada doni si empunya rumah.
setelah itu doni memasang wajah fokus.
D : tadi kalian bilang ada yg gedor pintu sama dengar suara cewek?
G & M : iyaaa
D : (fokus melihat kami)
D : bapak teman aku dengar kayak gitu juga. Suara pintu mana yang kalian dengar?
G : pintu kamar lu sama pintu di luar. entah pintu dapur atau pintu masuk.
D : Tunggu ya gue periksa dulu. Ikut gak?
M : GAK!!!
setelah 1 menitan doni akhirnya kembali membawa hasil laporan
D : pintu gue baik-baik aja, tadi gue keluar juga gak ada apa-apa. Kalo suara cewek mungkin itu emak gue lagi menyetrika pakaian
Doni teman gue, lu beneran teman yang baik. Lu berusaha menenangkan kami dengan berkata "mungkin emak gue lagi nyetrika pakaian"
gini...
kan kejadian itu jam 2 pagi..
ngapain coba emak lu jam 2 pagi nyetrika didalam ruangan gelap-gelap.
masuk akal bila emak lu nyetrika pakaian pada pukul 4 atau 5 pagi.
lupakan tentang alasan "nyetrika" doni.
semenjak doni terbangun suara bising yang tadi kami dengar mendadak hilang.
benar-benar normal.. Tidak ada suara aneh-aneh.
lalu sekitar setengah 3 gue dan Mat tertidur.
Paginya jam 8 kami bangun dan mulai bersenda gurau.
lalu si Doni ngomong.
D : oiya soal tadi pagi, sekitar jam 3 ada gak kalian dengar cewek nyanyi?
nyanyinya kayak gini (menirukan) tapi gue gak tau apa yang dinyanyikan.
G & M : kami gak dengar dan jangan ceritakan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
G : lu pernah bilang suasana rumah gue seram. apa kabar rumah lo :'v
M : lu pernah ngajak kita untuk pergi ke rumah hantu (wahana horor). ngapain lu bayar mahal-mahal untuk hantu kw. nih di rumah lu hantunya asli :'v
D : kwkwkwkwkwkw gue kagak tau. udah biasa sih...
Ya begitulah kira-kira pengalaman seram gue.
Gue harap,
gue tidak mengalami kejadian seperti itu lagi di masa depan.
Sebelumnya gue gak pernah mengalami kejadian horor dan berharap tidak pernah mengalami (lagi).
gue akan menceritakan pengalaman seram dari awal hingga akhir. hehehe
G = Gue
M = Mamat (teman gue)
D = Doni (teman gue)
Pada siang itu gue dan mat berkunjung ke rumah Doni, kami bercerita hal yang menyenangkan mengingat kami telah berteman sejak SMP. Kami tertawa bersama hingga lupa waktu.
Malam semakin larut sekitar jam 10 gue dan mat memutuskan untuk pulang
Tiba-tiba hujan turun, kami mengurungkan niat untuk pulang. Kami akan menunggu hujan reda. Sayangnya hingga jam 12 malam hujan tidak juga reda malah semakin deras.
Akhirnya kamipun memilih menghinap di rumah doni, tapi pada saat itu kami belum mau tidur.
Kami masih bercerita di ruang tamu rumah Doni.
tiba-tiba
D : kalian mau dengar cerita seram?
G : mau
M : ......
Saat Doni bertanya gue antusias menjawab karena gue penasaran seperti apa ceritanya.
Dan Mat.... dia dari dulu tidak suka cerita seram jadi dia memilih untuk diam dan bermain hape.
D : bulan lalu (januari) teman bapak gue nginap disini. Dia mau nginap 5 hari. Tapi tidurnya di ruang tamu ini (sambil nunjuk sofa tempat kami duduk)
G : 5 hari? dia bukan orang Pekanbaru?
D : bukan dia orang balikpapan, dia datang ke PKU karna ada urusan dan dia cuma mau ambil berkas-berkas untuk kerja. Katanya cukup tanggung dan mahal bila menginap dihotel/penginapan.
G : hm ok gue paham, trus?
D : sebenarnya sebelum nginap kami sekeluarga udah kasi tau dia. "yakin mau nginap disini?, karena disini tu ada *****".
G : beneran???
D : gue dan keluarga gue udah biasa dgn hal begitu. Lalu bapak itu menginap dan tidur disini (menunjuk sofa tempat kami duduk).
G : (gue mulai memasang muka fokus)
D : 3 hari kemudian bapak itu mengatakan kalo dia udah gak kuat nginap disini.
G : kenapa?
D : bapak itu bilang selama 3 hari dia di ganggu terus. katanya kaca jendela diket...
M : udahlah.. iya seram gak perlu di lanjutin.
G : btw aman nih? kan kami mau nginap dirumah lu.
D : aman... bawa tenang aja, kalian kan tidur dikamar gue, bukan ruang tamu.
G & M : ya oklah
Gue dan Mat gak begitu memikirkan cerita si Doni. Karena bila kami terlalu memikirkannya maka akan muncul pikiran negatif.
Kami 3 sudah berada di alas tidur (kami bertiga tidur dilantai karena kasur si doni kecil)
Kami bercerita tentang musik lalu kami tertidur pulas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tiba tiba gue mendengar suara pintu di ketuk dengan keras. Gue pun terbangun mendengar itu.
tapi gue mencoba untuk tidur kembali.
untuk kedua kalinya gue mendengar pintu kamar kami di ketuk dengan keras berkali kali.
dan setelah itu gue gak bisa tidur (tapi mata gue tertutup pura-pura tidur)
ketukan pintu itu terus berulang sampe gue gak tau berapa kali pintu diketuk dengan keras.
"bruk!"
"bruk!"
"bruk!"
Lalu gue mendengar suara si Mat lagi ngobrol. Saat gue lihat rupanya dia sedang telponan dengan temannya yang berada di luar negeri.
G : Mat lu belum tidur?
M : gue terbangun.
G : gegara apa?
M : ada ketuk pintu (menunjuk pintu yang tepat berada di sampingnya)
G : gue juga dengar...
M : daripada takut, gue telponan aja.
G : kira-kira siapa yang gedor pintu sekeras itu?
M : gak tau, sekarang pun jam 2 pagi. siapa pula malam-malam bangun trus gedor pintu.
saat kami ngobrol tiba-tiba mendengar suara pintu di banting (sepertinya di arah dapur)
G : Ya Tuhan apaan tu?????
M : pintu mana tu? dapur?
Rasa takut kami pun timbul (wajar aja ya namanya juga manusia wkwkwkwk)
disaat kami mulai berpikir yang aneh-aneh, gue melihat Doni masih asik tidur mulut terbuka dan tangan masuk kebaju.
G : nih anak kuat banget tidurnya.
M : pintu digedor sekeras itu dia gak bangun.
sekali lagi saat kami sedang ngobrol tiba-tiba gue mendengar suara ibu-ibu dan anak perempuan lagi ngobrol di luar jendela.
gue mencoba berpikir positif
. mungkin tentangga si doni lagi bergadang atau terbangun juga" :)
Sialnya pikiran positif gue kalah dengan pikiran logis gue..
. kamfret... gue lupa doni gak punya tetangga. Rumah sebelah kanannya baru di bangun dan rumah sebelah kirinya kosong karena orangnya udah pindah rumah.
:'V
buyar...
selanjutnya ada suara seseorang seperti berlari di lantai atas rumah doni.
"duk! duk! duk! duk! duk!"
rumah doni gak ada lantai atas...!
kacau pemikiran kami semakin kacau.
Dan akhirnya si Doni terbangun dengan iler di mulut.
D : gak tidur kalian wei? (sambil kucek-kucek mata)
kami pun menceritakan segala kejadian tadi kepada doni si empunya rumah.
setelah itu doni memasang wajah fokus.
D : tadi kalian bilang ada yg gedor pintu sama dengar suara cewek?
G & M : iyaaa
D : (fokus melihat kami)
D : bapak teman aku dengar kayak gitu juga. Suara pintu mana yang kalian dengar?
G : pintu kamar lu sama pintu di luar. entah pintu dapur atau pintu masuk.
D : Tunggu ya gue periksa dulu. Ikut gak?
M : GAK!!!
setelah 1 menitan doni akhirnya kembali membawa hasil laporan
D : pintu gue baik-baik aja, tadi gue keluar juga gak ada apa-apa. Kalo suara cewek mungkin itu emak gue lagi menyetrika pakaian
Doni teman gue, lu beneran teman yang baik. Lu berusaha menenangkan kami dengan berkata "mungkin emak gue lagi nyetrika pakaian"
gini...
kan kejadian itu jam 2 pagi..
ngapain coba emak lu jam 2 pagi nyetrika didalam ruangan gelap-gelap.
masuk akal bila emak lu nyetrika pakaian pada pukul 4 atau 5 pagi.
lupakan tentang alasan "nyetrika" doni.
semenjak doni terbangun suara bising yang tadi kami dengar mendadak hilang.
benar-benar normal.. Tidak ada suara aneh-aneh.
lalu sekitar setengah 3 gue dan Mat tertidur.
Paginya jam 8 kami bangun dan mulai bersenda gurau.
lalu si Doni ngomong.
D : oiya soal tadi pagi, sekitar jam 3 ada gak kalian dengar cewek nyanyi?
nyanyinya kayak gini (menirukan) tapi gue gak tau apa yang dinyanyikan.
G & M : kami gak dengar dan jangan ceritakan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
G : lu pernah bilang suasana rumah gue seram. apa kabar rumah lo :'v
M : lu pernah ngajak kita untuk pergi ke rumah hantu (wahana horor). ngapain lu bayar mahal-mahal untuk hantu kw. nih di rumah lu hantunya asli :'v
D : kwkwkwkwkwkw gue kagak tau. udah biasa sih...
Ya begitulah kira-kira pengalaman seram gue.
Gue harap,
gue tidak mengalami kejadian seperti itu lagi di masa depan.


Komentar
Posting Komentar